BEUTONG ATEUH BANGGALANG DAERAH MENJANJIKAN TANAMAN SERAI WANGI

Serai wangi merupakan jenis tanaman dari suku rumput-rumputan yang digunakan sebagai bahan baku pembuat minyak atsiri (minyak serai wangi) atau dikenal dengan nama Citronela oil.  Citronella oil sendiri merupakan bahan penting yang digunakan dalam berbagai industri parfum, kosmetik, dan farmasi. Beberapa produk yang menggunakan Cintronella oil misalnya produk pembersih (sabun cuci), aroma terapi, minyak gosok dll.

Beutong Ateuh Banggalang merupakan daerah yang cukup menjanjikan untuk bercocok tanam serai wangi seperti daerah Aceh Tengah.  Di dekat perbatasan sudah mulai mengembangkan serai wangi yang diharapkan dapat diikuti oleh sebagian besar petani yang berada di Beutong Ateuh Banggalang.

Tanaman serai wangi dapat tumbuh pada dataran rendah hingga tinggi dengan ketinggian antara 100-1000 mdpl. Dengan curah hujan sekitar 800 mm/tahun , suhu sekitar 22°C dan kelembaban udara sekitar 85%.  Tanaman serai wangi dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, namun jenis tanah yang paling ideal adalah jenis tanah lempung berpasir, tanah aluvial, tanah humus, serta tanah liat hitam cokelat dengan PH sekitar 5,5 hingga 6,5.

 

 

Cara Budidaya Serai wangi Wangi

Sebenarnya menanam serai wangi dapat dilakukan dengan mudah. Karena serai wangi dapat ditanam baik di lahan-lahan tidur atau kurang produktif maupun lahan bekas tambang. Namun agar tanaman serai wangi dapat menghasilkan minyak yang berkualitas dan jumlah yang maksimal, teknik budidaya yang tepat tentu harus dilakukan dengan baik.

Persiapan Lahan untuk budidaya serai wangi dengan membersihkan lahan dari gulma atau rumput liar, Lakukan pengolahan lahan dengan dicangkul atau dibajak agar tanah menjadi gembur, Buat lubang tanam dengan kedalaman 30 x 30 x 30 cm, jarak antar lubang 100 x 100 cm jika lahan subur dan 75 x 75 cm jika lahan kurang subur, Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 1/3 dari kedalaman lubang.  Untuk mendapat bibit serai wangi anda dapat memperoleh dari sentra pembibitan serai wangi   Atau jika sebelumnya sudah mempunyai tanaman serai, cabut rimpang umbi beserta batang serai. Kemudian potong daun serai hingga hanya tersisa batang dan umbi saja. Sebelum bibit ditanam sebaiknya bibit disiram terlebih dahulu sebanyak 2 kali sehari agar bibit tidak layu dan tetap sehat ketika ditanam.

Penanaman Bibit Serai wangi Wangi,  Waktu terbaik untuk penanaman adalah di awal atau akhir musim hujan. Hal ini bertujuan agar tanaman cepat tumbuh dan anda tidak perlu melakukan penyiraman.  Cara menanam dengan masukkan sedikit di atas pangkal batang sejumlah 1 sampai 2 batang sesuai dengan ukuran bibitnya. 

Penyulaman dilakukan segera jika ditemukan tanaman yang rusak atau mati.

Penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan dan dilanjutkan setiap 3 atau 4 bulan sekali dalam setahun

Pemupukan diperlukan untuk menjaga kesuburan dan kestabilan produksi. Kondisi tanah yang subur akan berpengaruh terhadap hasil produksi daun dan banyaknya minyak yang dihasilkan per hektar. Pemupukan susulan dapat diberikan berupa pupuk urea, dan KCL dengan dosis masing-masing Urea 50 hingga 100 kg/hektar, dan KCL 100 hingga 200 kg/hektar.  Pupuk susulan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat tanaman serai berumur 4 minggu, 8 minggu dan 16 minggu setelah tanam. Setiap 6 bulan sekali berikan pupuk kandang sebanyak 2 kg per rumpun.

Panen tanaman serai wangi dapat dilakukan setelah serai wangi berumur 5-6 bulan dari masa tanam.  Pemanenan dilakukan dengan memotong daun serai sekitar 5 cm di atas ligula (batas pelepah dengan helaian daun) dari bagian daun paling bawah yang kering.  Pemanenan selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali pada musim hujan dan 4 bulan sekali pada musim kemarau.  Jika dirawat dengan baik usia tanaman serai dapat mencapi 20 tahun.  Produksi serai wangi wangi akan meningkat dari panen 1 sampai panen ke 3.  Dan akan menurun pada panen berikutnya hingga panen ke 7. Penurunan ini terjadi karena meningkatnya umur tanaman dan rumpun tumbuhnya makin ke atas, sehingga akar baru tidak dapat mencapai tanah yang menyediakan hara. Untuk mengatasinya lakukan pembubunan di sekitar rumpun secara teratur.  Demikian ulasan tentang Budidaya Serai wangi Wangi, Tanam Sekali Panen Bertahun-tahun semoga dapat mebawa manfaat.  

 

Penulis : Marjuna Usman, SP (KJF Penyuluh Pertanian Distannak Nagan Raya).

Share this post

Pinterest
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait :