PENINGKATAN PRODUKSI PADI MELALUI BENIH PADI BERSERTIFIKAT

Padi merupakan komoditas strategis dan menjadi Prioritas Nasional dalam RPJMN 2020-2024. Peningkatan Produksi padi perlu terus ditingkatkan seiring dengan proyeksi laju pertambahan penduduk.  Beberapa peluang yang dapat dilakukan adalah peningkatan luas tambah tanam (Panen) dan peningkatan produktivitas.   Peningkatan  Luas Tambah Tanam (LTT) dan panen dapat dilakukan melalui perluasan lahan baru, lahan pasang surut, rawa lebak, lahan kering, dan lahan yang tidak diusahakan (terutama di luar Jawa) dan peningkatan index per tanaman dengan mengoptimalkan semua sumberdaya yang tersedia. Sedangkan peningkatan produksi padi melalui produktivitas dilakukan melalui peningkatan penggunaan benih padi varietas unggul bersertifikat dengan produktivitas tinggi, peningkatan jumlah populasi tanaman dengan teknologi tanam jajar legowo, pemupukan sesuai rekomendasi spesifik lokasi serta berimbang, pemakaian pupuk organik dan pupuk bio-hayati dan kegiatan pascapanen.

Penggunaan varietas unggul bersertifikat dalam upaya peningkatan produksi padi, memegang peranan penting. Pada masa mendatang diharapkan penyebaran varietas padi unggul baru akan lebih beragam sehingga kerapuhan genetik tidak segera muncul.  Varietas unggul bersertifikat mampu meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani. Peningkatan produktivitas dicapai melalui peningkatan potensi atau daya hasil tanaman, ketahanannya terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT), serta adaptasi terhadap kondisi lingkungan spesifik lokasi (Raharjo dan Hasbianto, 2014).

Penggunaan benih varietas unggul bersertifikat yang disertai dengan penerapan teknologi lainnya, diyakini dapat berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas, produksi dan mutu hasil komoditas tanaman pangan. Oleh karena itu ketersediaan benih varietas unggul bersertifikat perlu terus ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan di lapangan dan mudah diakses petani.

Mengingat pentingnya arti benih dalam kegiatan dan peningkatan ketahanan pangan, maka perlu diciptakan suatu kondisi perbenihan yang dapat mendukung ketersediaan benih secara 6 (enam) tepat yaitu varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi dan harga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan optimalisasi sistem perbenihan yang telah dibangun, meliputi subsistem penelitian, pemuliaan dan pelepasan varietas; subsistem produksi dan distribusi benih; subsistem sertifikasi dan pengawasan mutu benih; serta subsistem penunjang.

Dalam rangka mendukung peningkatan produksi, produktivitas dan mutu padi, maka pelaksanaan kegiatan pengelolaan sistem penyediaan benih padi, dilaksanakan melalui :

  • Pengembangan perbenihan padi berbasis korporasi petani, dengan melibatkan semua subsistem mulai dari hulu, onfarm (budi daya), hilir (pengolahan dan pemasaran), dan subsistem pendukung (penyuluhan, perbankan, koperasi);
  • Penggunaan benih varietas unggul, pergantian varietas, penerapan teknologi benih dengan metode kultur jaringan;
  • Perbaikan sistem pengelolaan penyediaan benih untuk menjamin ketersediaan benih secara 6 tepat (jenis/varietas, jumlah, mutu, waktu, lokasi, harga) bisa terpenuhi, melalui penguatan kelembagaan perbenihan,
  • Pengembangan usaha agribisnis perbenihan, dan pengembangan potensi pasar benih;
  • Perbanyakan benih sumber padi, yang dilakukan oleh Balai Benih Provinsi, dan produsen benih;
  • Sertifikasi, pengawasan mutu benih, serta pengawasan peredaran benih yang dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura;
  • Mengembangkan dan mengintegrasikan Desa Mandiri Benih yang sudah ada pada lokasi kawasan tanaman pangan berbasis korporasi petani.
  • Perbaikan data perbenihan menuju satu data yang terintegrasi dan dapat diakses setiap saat.
  • Pengawalan intensif di tingkat lapangan dengan melibatkan konstratani/BPP sebagai ujung tombak di tingkat lapangan dari mulai proses CPCL, penyaluran bantuan, penanaman, budidaya, panen, pasca panen sampai pemasaran. Juga koordinasi dan peran aktif Kostrada (Tingkat Kabupaten/Kota), Kostrawil (Tingkat Provinsi), Kostranas (Tingkat Nasional), Tim suvervisi dan pendampingan Program Kementerian Pertanian.
  • Penguatan kelembagaan petani penangkar, kemitraan, pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kementerian Pertanian tahun 2020 mendorong optimalisasi pemanfaatan Kredir Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya terus berkembang setiap tahun dan mengalami kenaikan plafond di tahun 2020 menjadi Rp 190 trilyun. Disamping kenaikan flafond juga beberapa perubahan kebijakan yang lebih pro kerakyatan, seperti penurunan suku bunga menjadi 6%, plafond KUR Mikro naik dari 25 juta menjadi Rp 50 juta per debitur, serta kenaikan target di sektor produksi sebesar minimal 60%.
  • Dukungan Pemerintah Daerah, pihak swasta/investor, dan stakeholders lainnya dalam peningkatan produksi padi.

Sumber:

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2020. Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan Tahun 2020, Jakarta.

Raharjo, D.  dan Hasbianto, A. 2014.  Adaptasi Varietas Unggul Baru Padi Sawah Di Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara, Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi”.

Share this post

Pinterest
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait :